Pengawet dalam Pembuatan Bahan Makanan: Jenis, Fungsi, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Pengawet dalam Pembuatan Bahan Makanan: Jenis, Fungsi, dan Dampaknya bagi Kesehatan


Pengawet dalam Pembuatan Bahan Makanan: Jenis, Fungsi, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Pengawet adalah aditif yang digunakan dalam proses produksi makanan untuk menghambat proses pembusukan, meningkatkan keamanan konsumsi makanan, dan/atau memberikan atribut organoleptik pada produk jadi. Kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan pengawet adalah preservatif, antimikroba, pemanis, atau pengatur warna. Pengawet yang berbeda memiliki jenis dan fungsi yang berbeda, serta dampak yang berbeda pada kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana cara kerja masing-masing jenis pengawet dan cara-cara menghindari dampaknya.

Jenis-jenis Pengawet

Ada dua kategori utama pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan dan minuman, yaitu pengawet kimia dan pengawet alami. Sementara pengawet kimia adalah senyawa kimia sintetik, pengawet alami adalah bahan alami yang terbentuk secara alami dalam makanan. Berikut adalah beberapa contoh dari jenis-jenis pengawet yang digunakan dalam pembuatan bahan makanan:

Pengawet Kimia

Pengawet kimia termasuk senyawa seperti nitrat dan nitrit, serta gliseraldehida atau monogliserida. Senyawa ini dapat membentuk ikatan yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme. Ada juga pengawet sintetik seperti asam sorbat, asam benzoat, natrium sorbat, kalium sorbat, sulfit, BHA, dan BHT. Semua pengawet kimia ini memiliki dosis yang ditetapkan, dan berlebihan dapat berakibat buruk.

Pengawet Alami

Pengawet alami adalah jenis pengawet yang secara alami hadir dalam makanan sebelum penambahan kimiawi. Beberapa contoh adalah jeruk lemon atau jeruk nipis, rosemary, thyme, oregano, dan bawang putih. Ia juga biasanya mengandung antioksidan alami seperti vitamin A, vitamin E, dan asam lemak. Bahkan, beberapa bahan sintetik dikenal di industri makanan berasal dari bahan alami.

Fungsi Pengawet Makanan

Dua fungsi dasar pengawet adalah memperpanjang shelf life atau masa simpan suatu produk makanan atau minuman, dan menunda proses pembusukan. Beberapa pengawet juga dapat memperbaiki tekstur makanan, atau meningkatkan atribut rasa, cita rasa atau kekenyalan produk. Selain itu, beberapa pengawet juga berguna untuk mengurangi atau menghambat bakteri, jamur dan bahan mikroba lainnya, mencegah produk makanan dari pencemaran tanpa mempengaruhi rasa atau cita rasa produk makanan.

Dampak Pengawet Makanan terhadap Kesehatan

Konsumsi berlebihan dari pengawet tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi, keracunan, dan komplikasi kesehatan lainnya. Bahkan, beberapa studi telah menunjukkan bahwa penggunaan pengawet dalam produk makanan dapat mengurangi nilai nutrisi. Seperti misalnya, penggunaan pengawet nitrat dalam makanan anjing telah menunjukkan bahwa ia dapat menghilangkan senyawa bermanfaat lainnya seperti asam amino. Beberapa jenis pengawet kimia, seperti monogliserida dan asam sorbat, dapat berpotensi berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Oleh karena itu, konsumen harus berhati-hati dalam membatasi jumlah pengawet yang mereka konsumsi.

Kesimpulan

Pengawet adalah aditif yang digunakan dalam produk pangan dan minuman untuk memperpanjang shelf life produk, menunda proses pembusukan, dan meningkatkan atribut organoleptik produk. Pengawet dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengawet kimia dan alami. Agar menjaga kesehatan, jumlah pengawet yang dikonsumsi harus diuraikan agar aman untuk konsumen. Makanan yang dikonsumsi secara sehat dan bervariasi juga harus diutamakan oleh setiap orang.